Prinsip Sarang Merpati untuk Pemula Olimpiade Matematika

Administrator

Materi Matematika Dasar

ilustrasi burung dan kotak untuk menjelaskan prinsip sarang merpati matematika olimpiade

Banyak siswa mengira matematika adalah kumpulan rumus panjang yang hanya bisa dikerjakan oleh orang jenius. Padahal, tidak selalu demikian. Ada konsep-konsep kecil yang justru menjadi kunci besar pemahaman logika matematika. Salah satunya adalah prinsip sarang merpati atau yang lebih dikenal secara internasional sebagai Pigeonhole Principle.

Prinsip ini sangat kecil bentuknya, namun efeknya sangat luas di ranah olimpiade. Kalau kamu sukses memahaminya sampai ke akar, soal yang tadinya terlihat sulit bisa berubah menjadi pertanyaan yang ringan. Tidak terlalu banyak hitungan, tetapi membutuhkan ketepatan cara berpikir.

Prinsip sarang merpati adalah dasar utama dalam kombinatorika. Jika kamu berminat mengikuti KSN, OSN, lomba matematika kampus, hingga logika pemrograman, maka materi ini wajib kamu kuasai. Bukan hanya untuk menjawab soal, tetapi juga untuk membentuk cara berpikir yang lebih tajam dan runtut.

Mengapa Prinsip Sarang Merpati Perlu Dipahami

Bayangkan kamu punya sepuluh benda dan hanya menyediakan sembilan tempat penyimpanan. Walau kamu ingin agar setiap tempat berisi satu benda, hasil akhirnya tidak mungkin sempurna. Cepat atau lambat, akan ada satu tempat yang terisi dua benda atau lebih. Itu terjadi bukan karena salah strategi, melainkan karena jumlah objek lebih banyak daripada wadah.

Logika ini menjadi inti dari prinsip sarang merpati. Ketika objek lebih banyak daripada wadah, mustahil pembagian berjalan rata. Salah satu wadah pasti menerima lebih dari satu objek. Inilah kepastian logis yang tidak dapat dibantah dengan hitungan apa pun.

Prinsip ini sangat sering muncul dalam soal olimpiade karena idenya sederhana tetapi efeknya sangat luas. Ketika kamu mampu mengenali kondisi dimana objek lebih banyak daripada wadah, kamu akan langsung melihat jawaban tanpa perlu panjang perhitungan.

Apa Itu Prinsip Sarang Merpati

Prinsip sarang merpati dapat didefinisikan dalam satu kalimat.

Jika jumlah objek lebih banyak dibanding jumlah wadah maka pasti ada wadah yang berisi lebih dari satu objek.

Objek dalam konteks ini tidak harus berbentuk fisik. Ia bisa berupa angka, tanggal, warna, pola sandi, kode output atau bahkan kombinasi data. Sedangkan wadah bisa berupa kelompok, kategori, hari dalam satu tahun, modul bilangan atau slot penyimpanan.

Dari fleksibilitas definisi tersebut, kamu bisa melihat satu hal. Prinsip sarang merpati bukan sekadar tentang burung dan kandang. Ini adalah cara pandang baru dalam melihat pembagian dan distribusi sesuatu.

Teorema: Prinsip Sarang Merpati

Jika \((n+1)\) atau lebih objek ditempatkan dalam \(n\) buah wadah dengan \(n \in \mathbb{N}\), maka paling sedikit terdapat satu wadah yang berisi \(2\) atau lebih objek.

Bukti

Hipotesis: terdapat \((n+1)\) objek ditempatkan dalam \(n\) wadah dengan \(n \in \mathbb{N}\). Kita ingin membuktikan bahwa pasti ada sedikitnya satu wadah yang berisi \(2\) objek atau lebih.

Untuk membuktikannya, kita gunakan metode kontradiksi. Misalkan pernyataan tersebut salah; artinya tidak ada wadah yang berisi lebih dari satu objek. Jika demikian, maka setiap wadah hanya dapat berisi maksimal \(1\) objek. Karena terdapat \(n\) wadah, maka jumlah objek terbanyak yang mungkin kita tempatkan hanyalah \(n\) objek.

Namun kenyataannya, menurut hipotesis awal, objek yang harus ditempatkan berjumlah \((n+1)\), dan jelas berlaku \((n+1) > n\). Ini menyebabkan kontradiksi: kapasitas maksimum versi asumsi hanya \(n\), tetapi fakta mengatakan objek ada \((n+1)\).

Karena asumsi menghasilkan pertentangan logis, maka asumsi tersebut tidak mungkin benar. Dengan demikian, kesimpulannya pasti terdapat sedikitnya satu wadah yang berisi \(2\) atau lebih objek. Teorema terbukti.

[collapse]

Contoh Kehidupan Sehari hari Agar Makin Paham

  • Sepuluh burung masuk ke sembilan kandang. Minimal satu kandang memuat dua burung.
  • Lima puluh email masuk ke empat puluh folder. Minimal satu folder berisi lebih dari satu email.
  • Empat ratus siswa tetapi hanya ada tiga ratus enam puluh lima tanggal lahir. Minimal ada dua siswa lahir pada tanggal yang sama.

Ketiga contoh ini cukup membuktikan inti logika Pigeonhole Principle. Tidak perlu hitung panjang, cukup sadari ketidakseimbangan jumlah.

Prinsip Sarang Merpati Versi Dasar

Jika n tambah satu objek dimasukkan ke dalam n wadah maka minimal satu wadah memuat dua objek.

Bentuk dasar ini sering sekali muncul dalam soal pemanasan olimpiade matematika. Banyak peserta lomba yang secara refleks langsung menghitung atau membuat diagram padahal cukup memahami perbandingan jumlah objek dan wadah sudah cukup memberi jawaban.

Contoh sederhana penerapan versi dasar

  • 10 bilangan masuk ke 9 kelas modulo
  • 13 orang duduk di 12 kursi
  • 100 kunci masuk ke 99 loker

Hasilnya sama. Minimal satu wadah memuat dua objek.

Prinsip Sarang Merpati Versi Umum untuk Olimpiade

Versi umum adalah bentuk yang jauh lebih kuat dan sering digunakan ketika jumlah objek dan wadah tidak sederhana lagi.

Jika terdapat N objek dan K wadah maka minimal satu wadah akan berisi setidaknya pembulatan ke atas dari N dibagi K objek.

Ditulis sebagai

$$
\left\lceil \frac{N}{K} \right\rceil
$$

Simbol tersebut dibaca ceiling yaitu pembulatan ke atas. Jika pembagian tidak habis, satu wadah harus menanggung kelebihan objek.

Contoh tabel penerapan umum

  • N = 10 dan K = 9 hasil minimal satu wadah berisi 2
  • N = 100 dan K = 7 hasil minimal satu wadah berisi 15
  • N = 57 dan K = 10 hasil minimal satu wadah berisi 6

Dari sini terlihat bahwa Pigeonhole Principle bukan hanya berbicara ada lebih dari satu tetapi bisa memprediksi minimal isi wadah tertentu.

Mengapa Prinsip Ini Selalu Benar dan Tidak Pernah Salah

Intuisi penjelasannya sederhana. Bagilah objek sama rata ke dalam wadah. Jika jumlahnya tidak habis dibagi, pasti ada objek tersisa. Sisa itu tidak mungkin hilang atau menguap sehingga otomatis masuk ke salah satu wadah. Wadah tersebut menjadi yang memiliki isi terbanyak secara minimum.

Untuk pembuktian rigor, misalkan semua wadah memiliki isi kurang dari ceiling \( \dfrac{N}{K}\). Jika jumlah wadah dikalikan jumlah maksimal tersebut maka total objek menjadi kurang dari N. Ini kontradiksi dengan fakta bahwa total objek adalah N. Maka asumsi bahwa tidak ada wadah dengan isi ceiling \( \dfrac{N}{K}\) terbukti salah.

Dari sinilah dasar logika PSM berdiri. Ini bukan probabilitas tetapi kepastian mutlak.

Aplikasi Prinsip Sarang Merpati dalam Kehidupan Nyata dan Teknologi

  • Dalam ruangan kantin dengan sebelas orang dan sepuluh kursi, pasti ada kursi yang ditempati lebih dari satu orang.
  • Dalam turnamen sepak bola dengan variasi skor terbatas, pasti ada skor yang muncul lebih dari satu kali.
  • Dalam sistem keamanan password, jumlah kombinasi karakter tidak tak terbatas sehingga tabrakan hash tidak bisa dihindari.
  • Dalam pengelompokan siswa berdasarkan bulan, ketika jumlah siswa lebih banyak dari jumlah bulan maka minimal satu bulan memiliki dua siswa atau lebih.

Dari aktivitas harian sampai struktur digital modern, prinsip ini selalu hidup.

Keterampilan yang Harus Kamu Kuasai Sebelum Menjawab Soal

Membedakan objek dan wadah

Tanpa mampu membedakan keduanya, prinsip tidak dapat digunakan. Ini adalah dasar awal pemahaman.

Menyadari PSM tidak memberi tahu posisi

PSM hanya memastikan keberadaan wadah penuh tetapi tidak menunjukkan wadah mana. Ini konsep eksistensi murni.

Menguasai ceiling N dibagi K

Nilai ceiling ini merupakan inti dalam versi umum prinsip sarang merpati. Jika kamu memahami fungsi pembulatan ini, penerapan soal akan lebih mudah.

Siap menghadapi bentuk abstrak

Objek dan wadah tidak selalu benda nyata. Dalam soal olimpiade, keduanya sering berupa kelas bilangan, warna, pola kode atau titik pada geometri.

Checklist Penguasaan Materi

  • Sudah membedakan objek dan wadah
  • Sudah memahami versi dasar n tambah satu ke n
  • Sudah hafal dan paham ceiling \( \dfrac{N}{K}\)
  • Sudah mengerti bahwa prinsip ini kepastian bukan peluang

Jika semua sudah terpenuhi, kamu sudah siap mengerjakan soal berbasis Pigeonhole Principle.

Soal & Pembahasan

Soal Nomor 1

Banyaknya siswa minimal dalam satu kelas agar didapat dua siswa dengan zodiak yang sama adalah…

A. (2)
B. (3)
C. (12)
D. (13)
E. (24)

Pembahasan:

Banyaknya siswa minimal dalam satu kelas agar pasti terdapat dua siswa dengan zodiak yang sama dapat dianalisis menggunakan Prinsip Pigeonhole.

Terdapat \(12\) zodiak, sehingga jika setiap siswa diandaikan menempati satu jenis zodiak yang berbeda maka jumlah siswa maksimal yang dapat ditempatkan tanpa adanya pengulangan adalah \(12\). Dengan kata lain, selama jumlah siswa masih \(≤12\) masih mungkin semua siswa memiliki zodiak yang berbeda-beda.

Tujuan kita adalah menjamin terjadinya pengulangan, yaitu agar terdapat sedikitnya dua siswa yang memiliki zodiak sama. Banyaknya siswa minimal \(N\) yang harus hadir agar kondisi tersebut pasti terjadi dinyatakan sebagai nilai \(N\) terkecil dengan: \(\left\lceil \dfrac{N}{12} \right\rceil=2\)

Agar \(\left\lceil \dfrac{N}{12} \right\rceil=2\) diperlukan \(\left\lceil \dfrac{N}{12} \right\rceil>1\) sehingga nilai \(N\) harus lebih besar dari \(12\).
Maka diperoleh kesimpulan bahwa jumlah minimal siswa agar pasti ada dua orang dengan zodiak sama adalah \(N=13\).

Dengan \(N=13\) siswa dan hanya \(N=12\) jenis zodiak, pembagian tidak mungkin dilakukan semuanya tanpa pengulangan. Artinya, pasti terdapat minimal dua siswa yang memiliki zodiak yang sama.

Sehingga jawaban yang benar adalah \(13\) (opsi D).

Inline: (a+b)

Display:
[\frac{1}{2}]

Inline: $a+b$

Display:
\frac{1}{2}

[collapse]

Soal Nomor 2

Banyaknya orang minimal yang harus ada agar dipastikan terdapat \(4\) orang dengan tanggal kelahiran yang sama adalah …

A. 31
B. 63
C. 94
D. 120
E. 125

Pembahasan:

Pada soal ini, yang diperhatikan hanyalah tanggal kelahiran (1 sampai 31),
jadi ada 31 kemungkinan tanggal yang berbeda.

Kita ingin memastikan ada 4 orang yang memiliki tanggal kelahiran yang sama.
Artinya, jika setiap tanggal “boleh diisi” paling banyak 3 orang,
maka belum ada yang mencapai 4 orang.

Banyak orang maksimum yang masih mungkin tanpa ada 4 orang pada tanggal yang sama adalah:
3 orang per tanggal × 31 tanggal = 3 × 31 = 93 orang.

Dengan 93 orang, masih mungkin setiap tanggal hanya berisi paling banyak 3 orang.

Begitu kita menambah 1 orang lagi, menjadi:
N = 3 × 31 + 1 = 94 orang,

maka berdasarkan Prinsip Pigeonhole, pasti ada sedikitnya satu tanggal
yang ditempati oleh 4 orang.

Jadi banyaknya orang minimal yang harus ada agar dipastikan terdapat
4 orang dengan tanggal kelahiran yang sama adalah 94.

Jawaban: C. 94

[collapse]

Soal Nomor 3

Banyaknya siswa paling sedikit yang perlu dipilih supaya pasti diperoleh setidaknya 4 siswa
dengan bulan kelahiran yang sama adalah …

A. 13
B. 18
C. 25
D. 37
E. 49

Pembahasan:

Yang diperhatikan hanya bulan kelahiran, sehingga ada 12 kemungkinan bulan yang berbeda.

Kita ingin memastikan ada sekurang-kurangnya 4 siswa yang lahir pada bulan yang sama.
Jika setiap bulan hanya ditempati oleh paling banyak 3 siswa, maka belum ada bulan
yang memiliki 4 siswa.

Jumlah siswa maksimum yang masih mungkin tanpa ada 4 siswa pada bulan yang sama adalah:
3 siswa per bulan × 12 bulan = 3 × 12 = 36 siswa.

Dengan 36 siswa, masih mungkin setiap bulan berisi paling banyak 3 siswa.
Agar pasti ada satu bulan yang berisi sedikitnya 4 siswa, kita harus menambah 1 siswa lagi:

N = 3 × 12 + 1 = 37.

Jadi banyaknya siswa paling sedikit yang perlu dipilih adalah 37.

Jawaban: D. 37

[collapse]

Soal Nomor 4

Di dalam kelas terdapat 44 siswa. Paling sedikit berapa siswa yang memiliki tanggal lahir yang sama di kelas tersebut?

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 12

Pembahasan:

Tanggal lahir memiliki 31 kemungkinan (1–31). Jika setiap tanggal hanya ditempati
oleh 1 siswa, maka jumlah siswa maksimum yang masih mungkin semuanya berbeda
tanggal lahir adalah 31.

Namun pada soal terdapat 44 siswa. Karena 44 > 31, maka setelah 31 siswa
mengisi tanggal lahir yang berbeda, siswa ke-32 pasti memiliki tanggal lahir
yang sama dengan salah satu dari 31 siswa sebelumnya.

Maka paling sedikit ada 2 siswa yang memiliki tanggal lahir yang sama.

Jawaban: B. 2

[collapse]

Soal Nomor 5

Suatu Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdiri dari 115 siswa. Jika terdapat 3 jenjang kelas (VII, VIII, IX), maka paling sedikit berapa siswa yang pasti berada pada jenjang yang sama?

A. 36
B. 37
C. 38
D. 39
E. 40

Pembahasan:

🕊 Menggunakan Prinsip Sarang Merpati (Pigeonhole Principle)

Sebelum menyelesaikan soal, kita perlu menetapkan:

  • Objek (merpati) = siswa
  • Wadah (sarang merpati) = jenjang kelas

Jadi kita sedang memasukkan 115 siswa ke dalam 3 jenjang kelas.

🔎 Rumus Pigeonhole yang digunakan

Jika terdapat: N objek dan K wadah

maka paling sedikit jumlah objek yang dijamin berada dalam satu wadah adalah:

$$
\left\lceil \frac{N}{K} \right\rceil
$$

di mana tanda \(\lceil \ \rceil\) berarti pembulatan ke atas (ceiling).

▶ Menerapkan ke soal

Total siswa (objek) \(N = 115\)
Jumlah jenjang kelas (wadah) \(K = 3\)

Maka: \(\left\lceil \dfrac{115}{3} \right\rceil\) =⌈38,33…⌉=39

Karena hasil pembagian tidak bulat, maka harus dibulatkan ke atas menjadi 39.
Artinya meskipun pembagian siswa dibuat seadil mungkin, tetap akan ada satu jenjang yang punya paling sedikit 39 siswa.

[collapse]

Soal Nomor 6

Paling sedikit berapa anak dari 121 anak yang lahir pada bulan yang sama?

A. 9  B. 10  C. 11  D. 12  E. 15

Pembahasan:

Terdapat 121 anak dan setiap anak pasti lahir pada salah satu dari 12 bulan.
Dalam konteks prinsip sarang merpati:

  • Objek (merpati) = anak
  • Wadah (sarang) = bulan lahir
    → jumlah wadah = 12

Kita gunakan rumus:

\(\left\lceil \dfrac{N}{K}\right\rceil=\left\lceil\dfrac{121}{12} \right\rceil\)

Hitung: \(\dfrac{121}{12}=10,0833…\)

Karena hasil pembagian tidak bulat, maka dibulatkan ke atas, menjadi: \(\boxed{11}\)

[collapse]

Soal Nomor 7

Dalam sebuah seminar terdapat 780 peserta. Mereka ditanya mengenai hari lahir mereka (Senin sampai Minggu). Paling sedikit berapa peserta yang pasti lahir di hari yang sama?

Pembahasan:

1. Tentukan “merpati” dan “sarang”

Sesuai Prinsip Sarang Merpati (Pigeonhole Principle):

Merpati (objek) Sarang (wadah)
Peserta seminar Hari lahir (7 hari)

Total peserta = 780
Total wadah (hari) = 7

2. Terapkan rumus pigeonhole

Kita ingin mengetahui paling sedikit jumlah orang yang pasti sama hari lahirnya, meskipun pembagian dibuat seadil mungkin.

Gunakan perhitungan:

⌈ 780 / 7 ⌉

Hitung dulu pembagiannya:

780 / 7 = 111,428...

Karena hasilnya tidak bulat, ambil pembulatan ke atas (ceiling):

⌈ 111,428... ⌉ = 112

3. Makna hasilnya

Jika setiap hari memiliki tepat 111 peserta, total baru:

7 × 111 = 777 peserta

Masih ada 3 peserta tersisa, dan mereka harus masuk ke salah satu hari lahir.

Sehingga pasti ada hari yang berisi:

111 + 1 = 112 peserta

Itulah jumlah minimal yang terjamin pasti terjadi.

Jadi, paling sedikit 112 peserta lahir pada hari yang sama.

[collapse]

Soal Nomor 8

Dari 120 orang, setidaknya berapa orang yang pasti memiliki nama dengan huruf depan yang sama?
A. 4  B. 5  C. 6  D. 7  E. 8

Pembahasan:

Bayangkan kita coba “menghemat” supaya tidak ada huruf yang dipakai terlalu banyak orang.

  • Misalkan setiap huruf awal nama dipakai maksimal 4 orang.
  • Total orang yang bisa ditampung dengan aturan ini: 26 × 4 = 104 orang

Padahal kita punya 120 orang.
Masih ada 120 − 104 = 16 orang yang belum “kebagian huruf”.

Begitu 1 saja dari sisa 16 orang itu ditambahkan ke salah satu huruf, huruf tersebut langsung punya 5 orang. Jadi mustahil kalau semua huruf dipakai paling banyak 4 orang saja.

Jadi kesimpulannya benar:
pasti ada huruf depan nama yang digunakan oleh sedikitnya 5 orang.

[collapse]

Soal Nomor 9

Dari bilangan 1 sampai 24, paling sedikit berapa bilangan yang harus diambil agar pasti terdapat sepasang bilangan yang jumlahnya 30?

A. 11
B. 13
C. 15
D. 16
E. 18

Pembahasan:

1) Tabel Pasangan Bilangan Jumlah 30

(pasangan diberi warna agar langsung terlihat hubungannya)

Kelompok Bilangan 1 Bilangan 2 Warna Pasangan
Pair 1 6 24 🟩 Hijau
Pair 2 7 23 🟦 Biru
Pair 3 8 22 🟨 Kuning
Pair 4 9 21 🟥 Merah
Pair 5 10 20 🟪 Ungu
Pair 6 11 19 🟧 Oranye
Pair 7 12 18 🟩 Hijau Muda
Pair 8 13 17 🟦 Biru Muda
Pair 9 14 16 🟨 Kuning Muda

🔹 Ada 9 pasang bilangan yang jumlahnya 30
🔹 Mengambil dua bilangan dalam warna yang sama → otomatis jumlahnya 30

2) Bilangan Aman (Tidak Memiliki Pasangan Jumlah 30)

Bilangan Status
1 Aman
2 Aman
3 Aman
4 Aman
5 Aman
15 Aman

Total 6 angka aman

Semua angka ini boleh diambil tanpa membentuk jumlah 30.

3) Blok Pigeonhole

Hole (Sarang) Isi (Pasangan)
🟩 Hole 1 (6,24)
🟦 Hole 2 (7,23)
🟨 Hole 3 (8,22)
🟥 Hole 4 (9,21)
🟪 Hole 5 (10,20)
🟧 Hole 6 (11,19)
🟩 Hole 7 (12,18)
🟦 Hole 8 (13,17)
🟨 Hole 9 (14,16)
Hole 10 Bilangan Aman: 1, 2, 3, 4, 5, 15

Visual interpretasi:

  • Total sarang = 10
    • 9 sarang pasangan
    • 1 sarang untuk bilangan aman (6 angka)

4) Cara Kerja Pigeonhole-nya

Untuk menghindari pasangan 30:

✔ Ambil semua bilangan aman → 6 angka
✔ Ambil satu saja dari tiap pasangan → 9 angka
Total masih aman = 6 + 9 = 15 bilangan

Namun…

Saat memilih bilangan ke-16, kita pasti mengambil angka dari pasangan yang satunya → terbentuk jumlah 30

[collapse]

Soal Nomor 10

Dari bilangan bulat 15, 16, 17, …, 80, paling sedikit berapa bilangan yang perlu dipilih secara acak untuk memastikan terdapat dua bilangan yang jumlahnya 60?

A. 48
B. 50
C. 51
D. 52
E. 53

Pembahasan:

Rentang bilangan: 15 s.d. 80
Total bilangan = 80 − 15 + 1 = 66 bilangan

Kita cari pasangan jumlah 60

(15,45), (16,44), (17,43), (18,42), (19,41),
(20,40), (21,39), (22,38), (23,37), (24,36),
(25,35), (26,34), (27,33), (28,32), (29,31)

Ada 15 pasangan

Bilangan yang tidak bisa membentuk jumlah 60 totalnya:

30 → 1 bilangan
46–80 → 35 bilangan
Sehingga bilangan aman = 36

Untuk menghindari jumlah 60 selama mungkin:

  • Ambil semua bilangan aman → 36
  • Ambil satu dari tiap pasangan → 15

Maksimal tanpa terbentuk pasangan = 36 + 15 = 51

Maka bilangan ke-52 pasti membentuk pasangan berjumlah 60.

Jawaban: 52 (opsi D)

[collapse]

Soal Nomor 11

Diketahui Y adalah barisan bilangan bulat dari 1 sampai 150.
Paling sedikit berapa bilangan yang perlu dipilih secara acak dari Y supaya pasti terdapat dua bilangan yang selisihnya 80?

A. 70  B. 80  C. 81  D. 82  E. 83

Pembahasan:

Untuk menghindari agar tidak ada dua bilangan yang selisihnya 80, kita harus mengambil bilangan dengan jarak maksimal 80, yaitu: 1,  2,  3,  …,  80 (sebanyak 80 bilangan)

Selama kita hanya mengambil bilangan 1–80, belum ada yang berpasangan membentuk selisih 80.

Namun, jika kita mengambil satu bilangan lagi saja, yaitu salah satu dari: 81,  82,  83,  …,  150

maka pasti ada bilangan yang membentuk selisih 80, misalnya: (1,  81),  (2,  82),  (3,  83),  …,  (70,  150)

Artinya, kita tidak bisa menghindari terbentuknya pasangan selisih 80 lagi.

Jadi, paling sedikit bilangan yang harus dipilih agar pasti terdapat dua bilangan yang selisihnya 80 adalah 81.

Jawaban yang benar: C

[collapse]

Soal Nomor 12

Sebuah kotak berisi kumpulan kartu bernomor. Terdapat 1 kartu bernomor 1, 2 kartu bernomor 2, 3 kartu bernomor 3, dan seterusnya hingga 20 kartu bernomor 20. Agar pasti terdapat minimal 10 kartu dengan nomor yang sama, paling sedikit berapa kartu harus diambil dari kotak tersebut?

A. 143
B. 144
C. 145
D. 146
E. 210

Pembahasan:

Kita ingin memastikan ada nomor tertentu yang muncul minimal 10 kali.
Untuk menjamin hal ini, kita harus pertimbangkan kondisi paling buruk (terburuk/paling apes), yaitu:

kita mengambil kartu sebanyak mungkin tetapi belum ada satu pun nomor yang muncul sampai 10 buah.

Artinya, kita ambil dari setiap nomor maksimal 9 kartu dulu, supaya tidak ada nomor yang mencapai 10.

Tapi…

Jumlah kartu tiap nomor berbeda-beda, jadi tidak semua nomor punya 9 kartu.
Maka kita ambil sebanyak mungkin kartu, tetapi jumlah dari setiap nomor ≤ 9.

🔥 Nomor yang punya ≥10 kartu hanya mulai dari kartu bernomor 10

Nomor Jumlah kartu Bisa diambil maksimal tanpa mencapai 10
1–9 kurang dari 10 semua bisa diambil habis
10–20 ≥10 kartu hanya boleh diambil 9 dulu per nomor

Mari hitung:

1. Ambil semua kartu nomor 1 s.d. 9 (belum mencapai 10)

\(1+2+3+\cdots+9 = \dfrac{9 \cdot 10}{2}=45\)

2. Ambil 9 kartu dari nomor 10 sampai nomor 20

Nomor yang ≥10 yaitu 10–20 → total 11 nomor \(11 \cdot 9 = 99\)

Sampai di sini total kartu yang sudah diambil tetapi belum ada yang mencapai 10 adalah: 45+99=144

Jika kita mengambil 1 kartu lagi, kartu itu pasti membuat salah satu nomor mencapai 10 buah.

Jadi jumlah minimal kartu agar pasti ada 10 kartu bernomor sama adalah:

\(\boxed{145}\)

✔ pilihan jawaban yang benar: C. 145

[collapse]

Soal Nomor 13

Terdapat 52 sumpit berwarna putih, 66 sumpit berwarna kuning, dan 15 sumpit berwarna cokelat yang dicampur menjadi satu. Jika Anda mengambil sumpit secara acak dengan mata tertutup, berapa jumlah minimal sumpit yang harus Anda ambil agar Anda pasti memperoleh:

  1. satu pasang sumpit yang bukan cokelat, dan
  2. tiga pasang sumpit yang bukan putih?

A. 8
B. 58
C. 59
D. 62
E. 63

Pembahasan:

Ambil kondisi paling buruk:

  • Ambil 52 sumpit → semuanya putih
    Hasil: sudah ada 1 pasang non-cokelat

Poin penting: terpenuhi hanya dengan 2 putih, tetapi saat kita ambil 52 sekaligus, pasangan itu sudah muncul otomatis.

Maka komponen yang memicu pasangan non-cokelat adalah 2 sumpit
→ namun karena pengambilan acak bisa saja kita mengambil semua putih dulu, maka batas yang aman untuk memastikan kondisi sudah lewat adalah: 52

2) Untuk memenuhi 3 pasang bukan putih = 6 sumpit non-putih

Bukan putih = kuning + cokelat = 81 sumpit

Agar belum mencapai 6 sumpit non-putih, ambil sebanyak mungkin putih terlebih dahulu: \(52\text{ putih} + 6\text{ non putih} = 58\)

Tetapi…

Jika 6 non-putih sudah didapat, kondisi ini terpenuhi.
Namun kita juga wajib memastikan kondisi pasangan bukan cokelat juga terpenuhi, yaitu minimal 2 non-cokelat.

Maka bila 1 sumpit berikutnya (setelah 58) adalah kuning atau putih, pasangan non-cokelat langsung terjamin. 58+1=59

Jadi jumlah sumpit minimal yang harus diambil untuk memenuhi kedua kondisi adalah \(\boxed{59}\)

Jawaban: C. 59

[collapse]

Soal Nomor 14

Dalam suatu ujian, setiap siswa mengerjakan dua bagian soal:

  • Bagian I terdiri atas 8 soal dengan dua pilihan jawaban (Benar/Salah).
  • Bagian II terdiri atas 1 soal dengan tiga pilihan jawaban (A, B, C).

Berapa jumlah minimum siswa yang harus mengikuti ujian agar dipastikan ada dua siswa yang memiliki jawaban persis sama pada seluruh soal, baik pada Bagian I maupun Bagian II?

A. 256
B. 432
C. 768
D. 769
E. 1024

Pembahasan:

◉ Bagian I → 8 soal B/S

Setiap soal punya 2 kemungkinan.
Maka banyak pola jawaban di Bagian I: 256 kemungkinan jawaban diperoleh dari \(2^8 = 256 \text{ kemungkinan jawaban}\) kemungkinan jawaban

Artinya, 256 siswa masih bisa saja punya jawaban yang semuanya berbeda, asalkan semua memilih pola yang berbeda-beda.

◉ Bagian II → 1 soal, 3 pilihan jawaban

3 kemungkinan jawaban diperoleh dari \(3^1 = 3 \text{ kemungkinan jawaban}\)

🔥 Gabungan Jawaban Lengkap

Setiap siswa mengisi Bagian I dan Bagian II → Jawaban final seorang peserta adalah kombinasi keduanya.

Total kombinasi jawaban siswa: \(256 \times 3 = 768\)

Ini berarti:

🔹 Jumlah pola jawaban unik maksimum adalah 768.
🔹 Jika tepat 768 siswa mengikuti ujian, masih mungkin seluruhnya berbeda.

Belum ada jaminan dua siswa sama jawabannya.

🎯 Prinsip Sarang Merpati (Pigeonhole Principle)

Jika kita memiliki:

  • 768 kotak jawaban
  • 769 siswa

maka menurut Pigeonhole Principle:

Jika jumlah objek (siswa) lebih banyak daripada jumlah kotak (pola jawaban), maka pasti ada kotak yang terisi ≥ 2 siswa.

Artinya: 768+1=769

Dengan 769 peserta, mustahil semuanya berbeda.
Pasti ada minimal dua siswa yang memiliki pola jawaban yang sama persis dari awal sampai akhir.

📌 Jawaban Akhir

\(\boxed{769}\)

Pilihan yang benar → D. 769

🧠 Kalimat yang paling sederhana:

768 siswa masih bisa saja berbeda semua.
Siswa ke-769 pasti meniru pola salah satu siswa sebelumnya.

Itulah inti Pigeonhole Principle.

[collapse]

Soal Nomor 15

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Soal Nomor 16

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Soal Nomor 17

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Soal Nomor 18

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Soal Nomor 19

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Soal Nomor 20

s

Pembahasan:

bahas

[collapse]

Konten Trending

Aplikasi Operasi Bilangan Bulat

500 Soal Operasi Bilangan Bulat Lengkap dengan Worksheet

Administrator

Operasi bilangan bulat adalah salah satu dasar penting dalam matematika yang sering diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Bilangan bulat ...

Belajar Matematika dengan Cepat: Metode Praktis untuk Menguasai Operasi Hitung

Belajar Matematika dengan Cepat: Metode Praktis untuk Menguasai Operasi Hitung

Administrator

Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang bikin pusing, apalagi kalau sudah berurusan dengan operasi hitung. Namun, siapa bilang belajar matematika ...

Konsep Logaritma Definisi, Sifat-sifat logaritma, dan Contoh Soal

Konsep Logaritma: Definisi, Sifat-sifat logaritma, dan Contoh Soal

Administrator

Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponensial. Dalam bentuk umum, logaritma didefinisikan sebagai: \(\displaystyle \log_b a = c ...

Soal-Soal Latihan Olimpiade Matematika Tingkat Nasional yang Wajib Dikerjakan

Soal-Soal Latihan Olimpiade Matematika Tingkat Nasional yang Wajib Dikerjakan

Administrator

Olimpiade Matematika tingkat nasional adalah ajang bergengsi yang mempertemukan para pelajar terbaik di seluruh Indonesia untuk menguji kemampuan mereka dalam ...

Memahami Aljabar Tanpa Stres Panduan Pemula untuk Persamaan dan Variabel

Memahami Aljabar Tanpa Stres: Panduan Pemula untuk Persamaan dan Variabel

Administrator

Bagi banyak orang, kata “aljabar” sudah cukup untuk membuat dahi berkeringat. Tiba-tiba muncul huruf di tengah angka? Apa hubungannya x ...

Trik Matematika yang Akan Membuat Anda Terlihat Seperti Seorang Ahli

Trik Matematika yang Akan Membuat Anda Terlihat Seperti Seorang Ahli

Administrator

Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membingungkan. Namun, dengan beberapa trik sederhana, Anda bisa menyelesaikan berbagai ...